- Get link
- X
- Other Apps
Popular Post
Posted by
fabiokounang
on
- Get link
- X
- Other Apps
Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang notasi algoritmik, yaitu cara menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah sebelum diubah menjadi kode program.
Memahami notasi algoritmik sangat penting bagi siapa saja yang ingin belajar pemrograman dengan logika yang kuat dan terstruktur.
Selamat membaca 😊
Pengertian Notasi Algoritmik
Seperti yang telah kita ketahui, algoritma adalah urutan langkah sistematis untuk menyelesaikan suatu masalah.
Langkah-langkah tersebut dapat dituliskan dalam berbagai bentuk notasi, yang disebut notasi algoritmik.
Berbeda dengan bahasa pemrograman yang memiliki aturan penulisan yang ketat, notasi algoritmik bersifat fleksibel. Tidak ada standar baku dalam penulisannya, selama notasi tersebut:
-
Mudah dibaca
-
Mudah dipahami
-
Mudah diterjemahkan ke dalam bahasa pemrograman
Perlu dipahami bahwa notasi algoritmik bukanlah kode program, melainkan rancangan logika sebelum proses coding dilakukan.
Pseudocode
Salah satu bentuk notasi algoritmik yang paling sering digunakan adalah pseudocode.
Pseudocode adalah cara menuliskan algoritma yang menyerupai bahasa pemrograman, tetapi tidak terikat pada aturan sintaks tertentu.
Tujuan pseudocode adalah agar algoritma:
-
Lebih mudah dimengerti manusia
-
Lebih mudah diubah menjadi kode program
Tidak seperti bahasa pemrograman, pseudocode tidak perlu menggunakan tanda titik koma, format tertentu, atau aturan ketat lainnya.
Contoh Pseudocode
1. Menampilkan Nilai
Notasi deskriptif:
Tulis nilai X dan Y
Pseudocode:
write (X, Y)
Instruksi write berarti menampilkan nilai ke piranti keluaran (misalnya layar).
Dalam bahasa pemrograman, perintah ini dapat diterjemahkan menjadi:
-
Pascal →
write(X, Y); -
C →
printf("%d %d", X, Y); -
Basic →
write X, Y -
Fortran →
write(*,*) X, Y
2. Mengisi Nilai Variabel
Notasi deskriptif:
Isikan nilai X ke dalam variabel MIN
Pseudocode:
MIN ← X
Tanda panah ← berarti memberikan nilai atau assignment.
Dalam bahasa pemrograman biasanya ditulis:
-
Pascal →
MIN := X; -
C / Java / Python →
MIN = X
Struktur Teks Algoritma
Secara umum, penulisan algoritma memiliki tiga bagian utama:
-
Judul (Header)
-
Deklarasi
-
Bagian Algoritma
Mari kita lihat contoh sederhana.
Contoh 1 — Algoritma Hello World
PROGRAM HelloWorld
{Program untuk mencetak Hello World}
DEKLARASI
{Tidak ada}
ALGORITMA
write("Hello World")
Contoh ini hampir selalu digunakan sebagai program pertama saat belajar pemrograman.
Contoh 2 — Menghitung Luas Persegi
PROGRAM LuasPersegi
{Menghitung luas persegi}
DEKLARASI
s : integer
L : integer
ALGORITMA
read(s)
L ← s * s
write("Luas Persegi = ", L)
Penjelasan Bagian Struktur Algoritma
1. Bagian Judul
Bagian ini berisi:
-
Nama algoritma
-
Tujuan algoritma
-
Penjelasan singkat masalah
-
Input dan output
2. Bagian Deklarasi
Berisi semua nama yang digunakan dalam algoritma, seperti:
-
Variabel
-
Konstanta
-
Tipe data
-
Fungsi
-
Prosedur
3. Bagian Algoritma
Berisi langkah-langkah penyelesaian masalah secara urut dan logis.
Di bagian ini digunakan struktur dasar algoritma seperti:
-
Runtunan
-
Pemilihan
-
Pengulangan
Pentingnya Komentar
Dalam penulisan algoritma, sangat dianjurkan menggunakan komentar.
Komentar berfungsi untuk:
-
Menjelaskan maksud algoritma
-
Membantu orang lain memahami logika program
-
Memudahkan maintenance program
Biasanya komentar ditulis di antara tanda:
{ komentar }
Komentar tidak akan dijalankan oleh komputer.
Kesimpulan
Notasi algoritmik adalah langkah awal sebelum menulis program. Dengan menggunakan pseudocode dan struktur algoritma yang jelas, proses coding akan menjadi:
-
Lebih cepat
-
Lebih rapi
-
Lebih minim kesalahan
Memahami notasi algoritmik berarti kita sedang melatih cara berpikir seperti programmer.
Semoga bermanfaat 🙏

Comments
Post a Comment